Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer
Articles
Published: 2026-07-31

Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan: Studi Pengalaman Magang di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bali Gianyar

Universitas Udayana
Universitas Udayana
BPJS Ketenagakerjaan public service social security internship membership administration

Abstract

This study aims to describe the implementation of the employment social security program based on internship experiences at BPJS Ketenagakerjaan. This research employed a descriptive qualitative approach with data collected through observation, unstructured interviews, and documentation. Data analysis followed Miles and Huberman’s interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that participant service procedures follow established Standard Operating Procedures (SOPs) and are supported by a digital system that streamlines workflow. Service quality performs well in terms of responsiveness and assurance, although improvements are needed in the empathy dimension. The processing of Old-Age Benefits (JHT) claims runs effectively, but several challenges remain, including incomplete documents and limited participant understanding of claim procedures. Membership data management is carried out digitally; however, technical issues such as system errors and data entry mistakes are still encountered. Program outreach activities run effectively, yet social security literacy among informal workers remains low. Overall, the implementation of employment social security programs at BPJS Ketenagakerjaan is relatively effective, but further improvements are needed in communication, participant understanding, and service quality to ensure optimal worker protection.

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan berdasarkan pengalaman magang di BPJS Ketenagakerjaan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan model analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelayanan kepesertaan telah mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) dan didukung oleh sistem digital yang membantu mempercepat alur kerja. Kualitas pelayanan terlihat cukup baik pada dimensi responsiveness dan assurance, namun masih diperlukan peningkatan pada dimensi empathy. Pelayanan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) berjalan cukup efektif, meskipun masih ditemukan kendala seperti ketidaklengkapan dokumen dan kurangnya pemahaman peserta mengenai prosedur klaim. Pengelolaan data kepesertaan telah dilakukan secara digital, tetapi masih menghadapi tantangan teknis seperti gangguan sistem dan kesalahan input data. Kegiatan sosialisasi berjalan baik, namun tingkat literasi jaminan sosial masyarakat terutama di sektor informal masih rendah. Secara keseluruhan, pelaksanaan program jaminan sosial di BPJS Ketenagakerjaan telah berjalan cukup baik, tetapi memerlukan peningkatan dalam aspek komunikasi, pemahaman peserta, dan kualitas pelayanan agar tujuan perlindungan tenaga kerja dapat tercapai secara optimal.

Kata kunci: BPJS Ketenagakerjaan, pelayanan publik, jaminan sosial, magang, administrasi kepesertaan.

References

  1. BPJS Ketenagakerjaan. (2022). Laporan Tahunan BPJS Ketenagakerjaan 2022. BPJS Ketenagakerjaan.
  2. Denhardt, J. V., & Denhardt, R. B. (2015). The New Public Service: Serving, Not Steering. Routledge.
  3. Edwards, G. C. (1980). Implementing Public Policy. Congressional Quarterly Press.
  4. International Labour Organization (ILO). (2017). World Social Protection Report. International Labour Office.
  5. Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2020). Perkembangan Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Kemenaker RI.
  6. Nurhayati, T. (2020). Literasi Jaminan Sosial dan Dampaknya terhadap Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Jurnal Kebijakan Publik Indonesia, 5(2), 101–113.
  7. Parasuraman, A., Zeithaml, V. A., & Berry, L. L. (1988). SERVQUAL: A Multiple-Item Scale for Measuring Consumer Perceptions of Service Quality. Journal of Retailing, 64(1), 12–40.
  8. Rahmawati, S., & Putra, D. (2021). Analisis Pelayanan Publik pada BPJS Ketenagakerjaan.
  9. Jurnal Administrasi Publik, 9(2), 112–123.
  10. Suwandi, B. (2021). Tata Kelola Lembaga Publik dalam Penyelenggaraan Jaminan Sosial.
  11. Jurnal Kebijakan Publik, 6(1), 45–56.
  12. World Bank. (2017). World Development Report: Governance and the Law. World Bank.

How to Cite

Hadi, D. C., & Wirantari, I. D. A. P. (2026). Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan: Studi Pengalaman Magang di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bali Gianyar. Socio-Political Communication and Policy Review, 3(2). https://doi.org/10.61292/shkr.338